Breaking News
Home » ARTIKEL » Relevansi Idul Qurban dengan Kehidupan Sehari Hari

Relevansi Idul Qurban dengan Kehidupan Sehari Hari

Seorang yang berpola hidup menjadi, tidaklah membuang semua yang dimilikinya, tetapi menggunakan semua itu untuk mengembangkan dirinya, kebahagiaannya tidak terletak pada benda-benda mati, tetapi pada pengangkatan kualitas hidupnya, baik psikologis maupun spiritual. Ia bahagia karena ia berhasil menjadi apa yang ia dapat menjadi demi meraih ridha Allah.

Dengan demikian, sungguh betapa relevannya Idul Qurban bila kita mau menggalinya dengan apa yangr kita perlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kita mengalami hidup sebagai umat yang beragama maupun sebagai warga bangsa untuk hidup di tengah-tengah kehidupan sejahtera, dalam wadah Indonesia Baru, marilah kita melakukan penyembelihan qurban yang tidak berhenti pada segi upacara ritualnya saja demi memuaskan hubungan subjektif kita dengan Tuhan Allah Swt. tetapi dilanjutkan dengan pencarian hakikatnya, maknanya, dan kemudian kita refleksikan dalam kehidupan kita dalam keseharian.

Dengan merubah pola hidup memiliki kepada pola hidup menjadi, sebagai makna qurban yang dapat kita gali, betapa banyak sikap dan tindakan mementingkan diri sendiri dapat kita hindari dan cegah, dan betapa banyak sikap dan tindakan keserakahan dapat kita jauhi, sehingga kehidupan yang berkeadilan penuh cinta dapat kita realisasikan dalam kehidupan, baik sebagai umat yang beragama maupun sebagai warga negara.

Jika nilai-nilai haji dan qurban diimpelemtasikan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara, maka akan terciptalah kehidupan yang penuh dengan kedamaian dan ketentraman.

Rusaknya simpul-simpul kehidupan sosial di tengah-tengah masyarakat, yang kemudian merambah ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, demikian puka rusaknya ekosistem alam dan lingkungan kehidupan yang mengakibatnya terjadinya banjir, tanah longsor, dan bencana alam yang lainnya, yang hampir melanda seluruh wilayah nusantara adalah akibat dari ketidak mampuan menusia menguasai dan mengendalikan sifat kebinatangan yang ada pada dirinya. Sehingga muncullah sikap penistaan terhadap hak-hak kemanusiaan yang agung, demikian pula terhadap lingkungan kehidupan, yang kemudian menghancurkan eko sistema alam.

Dan sebaliknya manakala yang senantiasa dimunculkan hakikat haji dan qurban ke dalam hidup keseharian dengan penghayatan akan makna qurban (kedekatan) kepada Zat Yang Maha Suci, secara intensif, akan membuka jalan dalam dirinya bagi nilai-nilai luhur dan suci itu untuk di internalisasi, sehingga dengannya tumbuhlah manjadi manusia yang sesungguhnya (manusia yang hakiki), manusia akhlaqi yang luhur, yang meresapi unsur-unsur kualitas Ilahi, bahkan mengantarkannya berakhlaq dengan akhlaq Allah (al-takhalluqu bi akhlaqillah).

Dengan itu manusia akan mengaktualisasikan diri dalam sikap hidup yang menempatkan diri sebagai bagian dari kemanusiaan universal, dan dengan nyata ia menunjukkan kepeduliannya kepada kehidupan manusia yang lain, ia akan senantiasa menjaga dan merajut tali hubungan yang intensif dengan Allah (hablum minallah), tali hubungan dengan sesama manusia, (hablum minannaas), serta hubungan serasi terhadap alam dan lingkungan sekitar, sehingga dirinya kemudian tidak hanya menjadi rahmat bagi sesamanya manusia, tapi juga menjadi rahmat bagi semesta alam.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam khutbah yang singkat ini, mudah-mudahan dengan idil Kurban kita pada hari ini, mengantarkan kita menjadi manusia yang hakiki, yang senantiasa dekat dan dekat kepada Allah sebagaimana hakikat makna qurban itu. Semoga Allah swt. senantiasa menyertai kita semua. Amin.

 

[Penggalan Khutbah Idul Adha 10 Dzulhijah 1438 H/2017 M]

SELESAI

Check Also

HUKUM BOM BUNUH DIRI Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

HUKUM BOM BUNUH DIRI Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Kiriman Ustadz Azis Pengasuh TPA …

Hikmah dan Mahabbah pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

Masjid Al Karomah Jember – Seperti diberitakan sebelumnya, terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *