Breaking News
Home » BERITA » Jamaah Khusyuk Mengikuti Sholat Khusuf, Berikut Pesan Khotib

Jamaah Khusyuk Mengikuti Sholat Khusuf, Berikut Pesan Khotib

Masjid Al Karomah Jember – Shalat khusuf adalah Shalat yang dilakukaan saat terjadinya gerhana bulan atau gerhana matahari.

Gerhana Matahari merupakan peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Fenomena yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan ini terjadi pada saat fase bulan baru.

Untuk diketahui, Kamis, 26 Desember 2019 terjadi fenomena Gerhana Matahari cincin, disejumlah wilayah indonesia, dimana jalur cincin gerhana ini akan melewati 25 pusat kota dan kabupaten di 7 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara,dan Kalimantan Timur. Selanjutnya Untuk wilayah Jember dan sekitarnya terjadi Gerhana Parsial (sebagian).

Bagi umat Muslim, gerhana merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Subhanallahu Wa ta’ala. Maka, sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan sholat gerhana.

عن عَائِشَةَ أَنَّ الشَّمْسَ خَسَفَتْ على عَهْدِ رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَبَعَثَ مُنَادِيًا الصَّلاَةَ جَامِعَةً فَتَقَدَّمَ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ في رَكْعَتَيْنِ وَأَرْبَعِ سَجَدَاتٍ

Dari Aisyah (diriwayatkan) bahwa pernah terjadi gerhana matahari pada masa Rasulullah saw, maka ia lalu menyuruh orang menyerukan “ash-salatu jami‘ah”. Kemudian dia maju, lalu mengerjakan salat empat kali rukuk dalam dua rakaat dan empat kali sujud. — HR Bukhari, Muslim dan Ahmad.

Hari ini Kamis, 26 Desember 2019, sekitar pukul 12:37 WIB, Di Masjid Al Karomah Jember, Sholat Khusuf diselenggarakan. Dengan Imam dan Khotib Ustadz Mastur. Jamaah mengikuti dengan khusyuk dan khidmat.

Dalam Khotbahnya, Ustadz Mastur berpesan bahwa, umat muslim harus mengimani bahwa fenomena gerhana ini adalah tanda kebesaran Allah.

Dengan berbagai kecanggihan teknologi saat ini, umat manusia dapat melihat fenomena ini, dan kita juga patut mengimani bahwa segala sesuatu Allah yang menciptakannya, baik yang dapat diketahui manusia dengan teknologi maupun yang belum.

Dijelaskan juga pada khutbah beliau sejumlah fenomena gerhana pada masa zaman Rosulullah, serta ditegaskan  pula bahwa gerhana yang terjadi pada zaman dahulu hingga saat ini bukan karena sebab kematian dan lahirnya seseorang. hal ini sesuai dengan HR. Bukhari.

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”

Diakhir khutbahnya ustadz mastur berpesan jadikan moment gerhana bulan ini jadikan untuk dapat lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Allah, dengan salah saatu caranya adalah bermuhasabah diri menginstropeksi diri, berdo’a dan perbanyak istighfar. [*] 

Wallahu alam bishawab

 

 

 

 

 

Check Also

Selamat Hari Raya Idul Firti 1440 H

Selamat Hari Raya Idul Firti 1440 H تقبل الله منا ومنكم بارك الله فيكم

Beri Apresiasi dan Penghargaan Untuk Jamaah I’tikaf

Masjid Al Karomah – Ramadan 1440 H ini ada yang nampak berbeda dari sebelumnya, pertama …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *